Jumat, 29 April 2016

Museum Seni Rupa dan Keramik

Pada tanggal 08 Desember 2015, saya beserta kelompok mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik yang terletak di Jakarta Pusat. Kunjungan ini bertujuan untuk  memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang berkaitan dengan museum yang ada di Jakarta.

Saat kami tiba di pintu masuk museum, kami diharuskan membeli tiket masuk sebesar Rp 3.000/orang. Setelah membeli tiket masuk, kami langsung menuju ke dalam museum tersebut.

Di dalam museum kita bisa melihat berbagai macam hasil karya para seniman, seperti Affandi, Basuki, Otto Djaya, Dullah dll. Museum tersebut tidak hanya berisi lukisan saja, tetapi di sana juga terdapat hasil karya lain seperti tembikar, kendi, keramik, guci, dan alat pembuat gerabah.


Karena kami mengunjunginya pada hari Kamis, suasana museum sangat sepi. Hanya ada kelompok kami dan beberapa turis yang mengunjungi museum  tersebut. Keadaan museum sangat memprihatinkan karena museum ini tampak tidak terurus, kotor, dan ada beberapa tempat yang sudah ambruk dan belum direnovasi oleh pihak museum.

Anjungan Bali TMII

Pada tanggal 14 November 2016, saya dan kelompok saya mengunjungi Anjungan Bali yang terdapat di TMII. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Antropologi yang berkaitan dengan provinsi yang ada di Indonesia beserta kebudayaannya. Kami sampai di TMII pada pukul 10.00 WIB. Sesampainya di TMII kami menaiki mobil untuk bisa sampai ke Anjungan Bali dengan membayar ongkos Rp 5.000/orang.
Sesampainya di Anjungan Bali, kami memasuki pintu masuk yang berbentuk pura. Keadaan Anjungan pada saat itu sangat sepi karena kami mengunjunginya pada hari Kamis. Di dalam Anjungan tersebut terdapat beberapa tempat yang diisi dengan berbagai hal yang berkaitan dengan Bali. Terdapat beberapa macam bale, seperti Bale Loji, Bale Paruman, Bale Aling-aling dsb. Di sana juga terdapat Gamelan Bali, Leak Bali, dan beberapa Baju Adat Bali.
Sayang pada saat itu Tour Guide/penjaga Anjungan tidak ada di tempat, sehingga kami tidak bisa bertanya lebih lanjut mengenai kebudayaan-kebudayaan Bali lainnya.

Kamis, 14 April 2016

10 Kebiasaan Buruk Orang Indonesia

Sebagian orang-orang Indonesia memiliki perilaku yang kurang menyenangkan namun dianggap remeh oleh mereka. Padahal berawal dari hal kecil akan membentuk kebiasaan dan pada akhirnya kepribadian kita pula. Kebiasaan 'khas' orang Indonesia ini harus segera ditinggalkan yang harus segera dihapuskan dari muka bumi ini adalah...

1. Mager alias males
Kebanyakan orang Indonesia memilih tidur dan bermalas-malasan di waktu luang mereka. Bahkan, saat ada tugas atau pekerjaan, mereka akan mengatakan "males ah, entar aja". Pada saat mendekati deadline, baru deh pusing dan kelimpungan sendiri gara-gara kerjaan yang numpuk. Kalo udah gini, mau nyalahin siapa?

2. Suka ngomongin orang alias menggosip.
Berkumpul bersama teman, tapi bukan dihabiskan untuk sharing tentang pekerjaan atau hal positif lainnya. Ini salah satu kebiasaan buruk yang ada di masyarakat kita, yaitu membicarakan orang lain. Jika membicarakan prestasi orang lain tentu tidak masalah karena mungkin bisa memotivasi kita. Parahnya adalah justru mereka akan membicarakan hal bodoh, kekurangan orang lain, atau bahkan aib orang lain

3. Merusak fasilitas umum
Tidak jarang berbagai fasilitas umum dirusak dengan sengaja atau tidak sengaja dirusak oleh sebagian orang tidak bertanggung jawab. Mulai dari mencoret-coret dinding, tawuran yang merusak fasilitas umum, hingga pelemparan batu ke kereta api.

4. Tidak mau antre.
Kebiasaan ini perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan. Namun, masih saja ada beberapa orang yang melakukan hal ini dengan alasan terburu-buru dengan pekerjaan lain. Tentu setiap orang memiliki kesibukan masing-masing dan menerobos antrian bukan suatu cara yang dapat diterima oleh siapapun, bukan?

5. Korupsi
Berdasarkan data dari Transparency International, peringkat korupsi Indonesia masih berada di posisi 107 dunia. Hal ini masih berada di bawah negara tetangga seperti Filipina, Malaysia dan Singapura. Level korupsi dari birokrat teratas hingga pegawai terbawah juga harus segera dibasmi untuk memperbaiki perekonomian Indonesia.

6. Ingin serba instan
Dalam mencapai sebuah tujuan agar mencapai hasil terbaik tentu dibutuhkan proses yang panjang. Sayangnya, tidak sedikit orang Indonesia yang ingin mencapai sesuatu dengan cara instan. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu muncul adanya ijazah palsu karena mereka yang ingin instan mencapai jenjang pendidikan tinggi. Sampai kapan mau jadi orang yang gak mau berproses kalau hanya ingin sesuatu yang instan? 

7. Tidak percaya dengan negara sendiri
Banyak dari kita yang merasa bahwa Indonesia selalu negatif dari segala sisi. Padahal, kita lah pembentuk kepribadian bangsa ini. Artinya, jika ingin merubah segala hal negatif di negeri ini, ubahlah sisi negatif dari diri kita sendiri. Pilihannya hanya ada dua, mengeluhkan segala hal negatif yang ada atau menjadi bagian solutif atas berbagai persoalan tersebut? 

8. Kurang disiplin waktu alias ngaret
Siapa dari kita yang ketika sudah berjanji, misalnya untuk datang jam empat sore, ternyata baru sampai di tujuan satu jam kemudian? Padahal kebiasaan ini selain merugikan waktu orang lain yang sudah menyisihkan waktu mereka untuk kita, hal ini juga merugikan kita karena kita harus terburu – buru dan malah melupakan hal lainnya. Jadi, mari mulai atur waktu kita sebaik mungkin dan saling menghargai waktu yang dimiliki orang lain pula. 

9. Tidak menggunakan helm saat naik motor
Kebiasaan yang membahayakan ini masih saja dianggap remeh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal faktor keselamatan adalah yang paling utama saat berkendara di jalan. Jangan sampai kita menyesal saat kita mengalami hal yang tidak diinginkan di jalan hanya karena tidak memakai helm di jalan ya.

10. Buang puntung rokok dan meludah sembarangan
Negara tetangga, Singapura memiliki aturan ketat seputar buang sampah sembarangan, bahkan sampai hal kecil seperti membuang puntung rokok atau meludah sembarangan. Sayangnya, di Indonesia sepertinya belum ada aturan yang membahas hingga sedetail itu. Hal ini juga diperparah oleh kesadaran masyarakat yang masih rendah dengan hal sepele namun sangat menganggu ini. Tentu pertanyaan yang kemudian muncul adalah, sampai kapan kita menjadi negara tertinggal jika mengakhiri hal sepele ini saja tidak pernah usai?

Source:
http://www.idntimes.com/luthfan/10-kebiasaan-orang-indonesia-yang-harus-segera-ditinggalkan

Bioetanol sebagai Sumber Energi Alternatif


Bahan bakar etanol adalah etanol (etil alkohol) dengan jenis yang sama dengan yang ditemukan pada minuman beralkohol dengan penggunaan sebagai bahan bakar. Etanol seringkali dijadikan bahan tambahan bensin sehingga menjadi biofuel. Produksi etanol dunia untuk bahan bakar transportasi meningkat 3 kali lipat dalam kurun waktu 7 tahun, dari 17 miliar liter pada tahun 2000 menjadi 52 miliar liter pada tahun 2007. Dari tahun 2007 ke 2008, komposisi etanol pada bahan bakar bensin di dunia telah meningkat dari 3.7% menjadi 5.4%. Pada tahun 2010, produksi etanol dunia mencapai angka 22,95 miliar galon AS (86,9 miliar liter), dengan Amerika Serikat sendiri memproduksi 13,2 miliar galon AS, atau 57,5% dari total produksi dunia. Etanol mempunyai nilai "ekuivalensi galon bensin" sebesar 1.500 galon AS.
Etanol digunakan secara luas di Brasil dan Amerika Serikat. Kedua negara ini memproduksi 88% dari seluruh jumlah bahan bakar etanol yang diproduksi di dunia. Kebanyakan mobil-mobil yang beredar di Amerika Serikat saat ini dapat menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol sampai 10%, dan penggunaan bensin etanol 10% malah diwajibkan di beberapa kota dan negara bagian AS. Sejak tahun 1976, pemerintah Brasil telah mewajibkan penggunaan bensin yang dicampur dengan etanol, dan sejak tahun 2007, campuran yang legal adalah berkisar 25% etanol dan 75% bensin (E25). Di bulan Desember 2010 Brasil sudah mempunyai 12 jutakendaraan dan truk ringan bahan bakar fleksibel dan lebih dari 500 ribu sepeda motor yang dapat menggunakan bahan bakar etanol murni (E100).
Bioethanol adalah salah satu bentuk energi terbaharui yang dapat diproduksi dari tumbuhan. Etanol dapat dibuat dari tanaman-tanaman yang umum, misalnya tebukentangsingkong, dan jagung. Telah muncul perdebatan, apakah bioetanol ini nantinya akan menggantikan bensin yang ada saat ini. Kekhawatiran mengenai produksi dan adanya kemungkinan naiknya harga makanan yang disebabkan karena dibutuhkan lahan yang sangat besar,[9] ditambah lagi energi dan polusi yang dihasilkan dari keseluruhan produksi etanol, terutama tanaman jagung. Pengembangan terbaru dengan munculnya komersialisasi dan produksi etanol selulosamungkin dapat memecahkan sedikit masalah.
Etanol selulosa menawarkan prospek yang menjanjikan karena serat selulosa, komponen utama pada dinding sel di semua tumbuhan, dapat digunakan untuk memproduksi etanol. Menurut Badan Energi Internasional etanol selulosa dapat menyumbangkan perannya lebih besar pada masa mendatang.

Source:
https://randyaria.wordpress.com/2011/08/30/biofuel-generasi-kedua-dari-rumput-dan-limbah/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_etanol

Pengembangan Bioteknologi pada Bidang Pertanian

Reproduksi terbagi menjadi 2, yaitu reproduksi secara seksual dan reproduksi secara aseksual. Reproduksi secara seksual yaitu dilakukan melalui perkawinan yang melibatkan 2 individu, seperti yang terjadi pada manusia dan hewan. Sedangkan reproduksi secara aseksual tidak melibatkan individu lain, karena tidak melalui perkawinan. Misalnya yang terjadi pada bakteri atau amoeba. Ia membelah selnya sendiri untuk mempertahankan jenisnya. Kemudian terjadi pada kebanyakan tumbuhan. Mereka bereproduksi secara tidak kawin.
Reproduksi aseksual adalah proses reproduksi dimana keturunan timbul dari orang tua tunggal, dan mewarisi gen dari satu orang tua. Aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan meiosis, ploidi pengurangan, atau fertilisasi. Sebuah definisi yang lebih ketat adalah agamogenesis yang adalah reproduksi tanpa fusi gamet. Reproduksi aseksual adalah bentuk reproduksi organisme bersel tunggal seperti archaea, bakteri, dan protista. Banyak tanaman dan jamur bereproduksi secara aseksual juga.
Sementara semua prokariota bereproduksi secara aseksual (tanpa pembentukan dan fusi gamet), mekanisme transfer gen lateral yang seperti konjugasi, transformasi, dan transduksi kadang-kadang disamakan dengan reproduksi seksual. Kurang lengkapnya reproduksi seksual relatif jarang terjadi di antara organisme multiseluler, terutama hewan.
Hal ini tidak sepenuhnya mengerti mengapa kemampuan untuk bereproduksi secara seksual begitu umum di antara mereka. Hipotesis saat ini menunjukkan bahwa reproduksi aseksual mungkin memiliki manfaat jangka pendek ketika pertumbuhan penduduk yang cepat adalah penting atau dalam lingkungan yang stabil, sedangkan reproduksi seksual menawarkan keuntungan bersih dengan generasi yang lebih cepat memungkinkan keragaman genetik, memungkinkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Kendala perkembangan mungkin mendasari mengapa beberapa hewan telah melepaskan reproduksi seksual sepenuhnya dalam siklus hidup mereka.
Reproduksi aseksual misalnya Membelah diri, Tunas (Reproduksi), Reproduksi vegetatif, Fragmentasi, Sporogenesis, Partenogenesis, dan Apomiksis.
Perkembangbiakan seksual melibatkan penyatuan serbuk sari (jantan) dan sel telur (betina) untuk memproduksi biji. Sebuah biji tersusun atas tiga bagian yaitu kulit biji sebagai pelindung biji, endosperma sebagai cadangan makanan, dan embrio yang merupakan calon tanaman. Ketika biji telah dewasa dan berada pada lingkungan yang sesuai maka biji akan mulai berkecambah. Secara umum, terdapat dua tipe pembiakan secara seksual yaitu isogami dan heterogami
Isogami  adalah tipe perkembangbiakan dengan dua gamet yang dihasilkan oleh kedua tetua tidak berbeda satu sama lain atau sama secara morfologis sehingga dinamakan ‘’isogametes’’. Peleburan dua gamet yang terjadi dinamakan conjugation dan zigot yang dihasilkan dinamakan zygospore. Metode isogami dijumpai pada tanaman golongan rendah seperti Mucor sp.
Pada Heterogami, gamet yang dihasilkan oleh kedua tetuanya berbeda secara morfologis sehingga dinamakan heterogametes. Tanaman yang menghasilkan dua gamet yang berbeda dinamakan heterogamous. Peleburan gamet jantan dan betina dinamakan fertilization. Heterogami dijumpai pada tanaman berbunga dan digolongkan menjadi apomiksis dan amphimiksis.
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Berikut adalah contoh pengembangan bioteknologi dalam bidang pertanian
Kultur jaringan


Pengertian:
Suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.

Cara:
Dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melalui perbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif, dan embriogenesis somatik, baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus.Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan.Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jaringan tipe pertama ini biasa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang. Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya. Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

Keuntungan:
1. Tidak tergantung musim.
2. Dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan cepat.
3. Bibit seragam dan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu).
4. Pengangkutan bibit realtif murah.
5. Dalam proses pembibitan bebas hama, penyakit, dll.

Kerugian:
1. Mahal dan sulit.
2. Membutuhkan investasi tinggi untuk laboratorium, peralatan, dan perlengkapan.
3. Dibutuhkan SDM handal.
4. Kurang kokoh pada akar.


Source:
https://intanramandaputri.wordpress.com/2014/06/03/bioteknologi-perkembangbiakan-seksual-dan-asekual/


Efek Rumah Kaca

Berkas:Greenhouse Effect id.png

Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
MarsVenus, dan benda langit yang memiliki atmosfer lainnya (seperti satelit alami SaturnusTitan) memiliki efek rumah kaca, hanya saja artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi. Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat kegiatan manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.

Penyebab
Efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyakbatu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang masuk ke Bumi:
  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan bumi
  • 10% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan danekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga berakibat kepada beberapa pulau kecil tenggelam di negara kepulauan , yang membawa dampak perubahan yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

Source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Greenhouse_Effect_id.png

NASA Kembali Temukan Planet Mirip Bumi

NASA Kembali Temukan Planet Mirip Bumi


Instrumen Kepler buatan NASA yang sengaja dirancang untuk mencari planet mirip Bumi kembali menemukan temuan baru. Kepler menangkap planet yang lebih besar dan tua dari Bumi di zona layak huni.


"Sekarang Bumi tidak begitu kesepian," kata peneliti Kepler, Jon Jenkins.

Planet mirip Bumi itu dinamakan Kepler-452b. Lokasinya sekitar 1.400 tahun cahaya dari Bumi di dalam konstelasi Cygnus. Mengutip situs CNN, NASA menyatakan bahwa Kepler-452b lebih besar 60 persen dari Bumi. (Baca: Mendatangi Planet Mirip Bumi Cuma Mimpi?)

Hal menariknya, tempat ia 'bersemayam' adalah di zona layak huni, kawasan di mana cairan air yang bisa menopang kehidupan sangat mungkin hadir di permukaan planet. Tim NASA meyakini, jika kita mengunjungi Kepler-452b, kita bakal merasakan gaya gravitasi dua kali lipat dari Bumi. Namun, NASA sendiri belum bisa memastikan apakah permukaan Kepler-452b berbatu dan memiliki elemen air serta udara seperti Bumi. Kendati begitu, peneliti planet mengatakan akan lebih baik apabila permukaannya betul-betul berbatu.




Sementara jarak Kepler-452b dengan bintang induknya sedikit lebih jauh ketimbang jarak Bumi dengan Matahari. Hanya saja bintang induknya lebih cerah dari Matahari, sehingga 'sepupu' Bumi ini mendapatkan energi yang sama banyaknya. (Baca: Mengenal Delapan Planet yang Mirip Bumi)

Kepler-452b diyakini membutuhkan waktu 385 hari untuk mengorbit bintang induknya -- tak beda jauh dari waktu orbit Bumi terhadap Matahari, yaitu 365 hari.

Jenkins pun mengungkapkan bahwa sinar 'matahari' Kepler-452b juga sama seperti yang diterima oleh Bumi dari Matahari. Tak hanya itu, Jenkins juga mengatakan, planet ini memiliki atmosfer walaupun belum bisa dipastikan terbuat dari bahan apa.

Masih dari pendapat Jenkins, apabila asumsi geografisnya tepat, maka atmosfer Kepler-452b kemungkinan lebih tebal dari Bumi dan memiliki gunung berapi aktif.

"Ini bisa jadi kesempatan besar bagi lahirnya kehidupan. Tentu yang diperlukan adalah semua bahan dan kondisi yang mendukung peradaban agar bisa sungguh-sungguh tercipta di planet ini," lanjut Jenkins.


Source:
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150724100606-199-67933/nasa-kembali-temukan-planet-mirip-bumi/
.