Senin, 18 Juli 2016

5 Keajaiban Papua yang Kurang Dikenal


Mendengar kata Papua, pasti yang terlintas di benak Anda adalah suku-suku pedalaman. Rupanya, Papua memiliki keajaiban yang belum diketahui banyak orang. Siap-siap terkejut karena selain salju, Papua punya beberapa keajaiban lain!
Berada di ujung timur Indonesia, Papua memiliki beragam destinasi menarik untuk dikunjungi. Anda bisa mengarungi Danau Sentani dengan banyak gugusan pulaunya, bercengkrama dengan suku-suku yang masih memegang adat dan tradisi, seperti memakai koteka, atau bermain-main di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Merauke.
Ternyata, Papua juga memiliki banyak keajaiban. Keajaiban tersebut ada yang berasal dari alam, buatan manusia, atau pun misteri yang belum terpecahkan. Berikut 5 keajaiban Papua seperti yang dikutip darigoodnewsfromindonesia.org:
1. Salju di negara tropis
Ingin melihat salju di Indonesia? Datanglah ke Gunung Carstenz. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Papua, dengan ketinggian 4.884 mdpl dan menjadi salah satu dari 7 puncak benua atau yang dikenal Seven Summit Continental. Carstenz merupakan rangkaian dari Pegunungan Jaya Wijaya di Taman Nasional Lorentz. Di puncaknya terdapat salju abadi.
Jika anda berkesempatan terbang di atas puncaknya, salju berwarna putih pun terlihat jelas di antara bebatuan hitam. Pemandangan berupa bebatuan abu-abu yang besar-besar, Danau Biru, tidak ada kehidupan, dan awan yang menyelimuti Carstenz pun terlihat jelas.
Jika ingin mendaki Carstenz, Anda harus menyiapkan perbekalan dan fisik untuk mendaki selama 11 hari. Pendakian Carztens dapat dimulai dari Sugapa di kabupaten Puncak Jaya. Dari Sugapa, Anda dapat menyewa porter dengan biaya sekitar Rp 500rb – 1 juta per harinya.
Untuk menapakan kaki di Puncak Carstenz, Anda juga harus bisa teknik tali-menali. Sebabnya, Anda harus menyeberangi jurang setinggi 100 meter dengan cara menggantungkan diri dan merambat di tali di udara untuk berdiri di tempat turunnya salju di Indonesia ini.
Puncak Carstenz adalah titik tertinggi di sebuah pulau yang tertinggi di dunia seperti yang dapat anda lihat daftarnya disini
Puncak Carstenz menjadi salah satu dari tujuh puncak tertinggi dari tujuh benua di bumi yang dikenal dengan sebutan Seven Summits yang dapat anda baca disini

2. Pasir putih di atas bukit
Jika biasanya pasir putih identik dengan pantai, maka berbeda di Wamena, sebuah distrik di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Di sini Anda akan dibuat takjub melihat hamparan pasir putih yang ada di atas bukit. Ajaib!
Bukit tersebut bernama Bukit Sumpula. Cukup mudah untuk datang ke sana. Dari Kota Wamena, hanya memakan waktu sekitar 45 menit saja. Ada 6 tempat di sini yang memiliki hamparan pasir putih. Rerumputan menjadi alas berpijak setibanya di sana. Namun, pasir putih tersebut akan terlihat saat Anda mendaki bukit tersebut. Pasir putih di sini terhampar luas dan sangat halus.
Anda hanya dikenakan biaya sukarela untuk naik ke atas bukitnya. Cukup melelahkan memang untuk mendaki sampai di atas puncaknya. Tapi, dari atas ketinggian, Anda akan melihat pemandangan kontras antara rerumputan hijau, batu berwarna abu-abu, Pegunungan Jaya Wijaya yang berwarna hijau bagaikan pagar raksasa, dan pasir yang berwarna putih.
Memang, Wamena tidak mempunyai pantai. Tapi bukit berpasir putih ini cukup memberitahu tentang anak-anak di Wamena, bagaimana rasanya bermain-main di tepian pantai. Anda akan benar-benar terbius.

3. Mumi di pedalaman Indonesia
Tidak perlu jauh-jauh ke Mesir untuk melihat mumi. Di Wamena, terdapat mumi Papua yang rupanya tidak kalah ‘seram’ dari mumi di Mesir. Warnanya hitam dan lekuk tubuhnya terlihat jelas. Mumi tersebut tidak dalam posisi tidur, melainkan duduk sambil kedua tangan memegang lutut dan kepala yang mendongkak ke atas.
Mumi Papua ini tidak dibalut perban dan jumlahnya sekitar 6 di Wamena, yang paling terkenal adalah di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu. Proses pembuatan mumi ini yaitu dijemur dan dikeringkan di gua. Mayat yang dijadikan mumi pun bukan orang sembarangan. Mumi-mumi tersebut adalah para kepala suku atau panglima perang. Umurnya? Sekitar 300 tahun!
Yang lebih mencengangkan lagi, mumi ini bukan sebagai tradisi atau ritual. Para kepala suku atau panglima perang tersebut, berpesan untuk dijadikan mumi agar memberikan kesejahteraan bagi para suku dan masyarakatnya.
Untuk melihat mumi ini, Anda pun diwajibkan untuk membayar uang sekitar Rp 100-150 ribu per rombongan. Uang tersebut pun menjadi pemasukan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, masyarakat sekitarnya juga menjual beragam suvenir untuk Anda beli sebagai oleh-oleh. Suvenir tersebut berupa kalung taring babi hingga noken. Benar-benar mensejahterakan bukan?

4. Lukisan misterius di Gua Kontilola
Satu lagi keajaiban dari Wamena, Gua Kontilola. Gua ini letaknya sekitar 1 jam dari Bandara Wamena. Untuk memasuki gua ini, Anda harus mendaki tangga-tangga alami dan menjelajahi hutan sekitar 10 menit. Setibanya di mulut gua, terdapat aula besar dengan udara lembab dan bau dari kotoran kelelawar.
Gua ini merupakan gua horizontal. Namun, untuk masuk ke dalamnya Anda harus menyediakan peralatan lengkap seperti senter, sepatu boots, helm, dan pengaman lainnya. Sehingga, Anda hanya bisa sampai di aula besarnya saja jika tidak membawa perlengkapan yang lengkap. Tak perlu kecewa, dari aula besar gua ini Anda dapat melihat suatu keajaiban yang juga menjadi misteri.
Ya, misteri tersebut adalah beberapa lukisan yang ada di dinding gua setinggi 3 meter. Lukisan itu pun dapat Anda lihat jelas dengan mata telanjang. Anehnya, lukisan tersebut tidak menggambarkan rupa orang-orang Papua, melainkan menggambarkan manusia dengan bentuk yang aneh.
Bentuknya memang menyerupai bentuk tubuh manusia. Akan tetapi, jika diperhatikan, kepalanya berbentuk bulat seperti bola dan tidak memiliki rambut. Matanya pun bulat sempurna, tidak seperti manusia pada umumnya. Selain itu, jari tangan yang ada pada lukisan tersebut berjumlah empat. Berbeda dengan manusia yang berjari lima. Hii!
Menurut masyarakat setempat, lukisan ini telah lama ada di dalam gua. Mereka pun percaya bahwa ini adalah peninggalan leluhur. Gua ini memang belum banyak dikenal oleh traveler. Jadi, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

5. Telaga Biru yang Berwarna Hijau

Satu tempat di Papua yang belum dijamah para traveler adalah Telaga Biru di Distrik Maima, Wamena. Dari Distrik Maima, Anda harus trekking dari Distrik Maima untuk tiba di Telaga Biru.
Telaga ini tersembunyi di balik bukit terjal, dikelilingi tebing hijau yang menghalanginya dari lanskap sekitar. Telaga ini pun dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Konon, telaga ini adalah tepat munculnya manusia pertama kali di bumi.
Keajaiban di telaga ini adalah dari warnanya yang hijau toska. Entah darimana asal warna hijau tersebut. Selain itu, larangan untuk berenang di sini pun harus dipatuhi oleh para turis. Menurut masyarakat setempat, dulu ada turis yang berenang dan menemukan Honai (rumah adat Suku Dani) di dalam telaganya. Percaya?
Jika anda ingin mengenal macam-macam suku di papua disertai dengan foto-foto yang indah, maka anda dapat membacanya disini

Source:
http://terselubung.in/5-keajaiban-papua-yang-kurang-dikenal/

5 Tradisi Berburu yang Masih Dipraktikkan Suku-suku di Indonesia

Salah satu cara yang ditempuh manusia purba untuk mendapatkan makanan adalah dengan berburu. Di masa lalu, para pendahulu manusia modern ini melakukan perburuan besar-besaran untuk mendapatkan daging yang akhirnya dimakan mentah atau dibakar. Sayangnya, tradisi berburu ini lambat laun mulai ditinggalkan karena manusia sudah mulai bisa beternak dan melakukan perladangan.
Meski jarang sekali dilakukan, beberapa suku yang ada di Indonesia masih ada yang melakukan kebiasaan berburu ini. Semua orang berbondong-bondong ke hutan untuk menangkap babi hutan yang sering merusak kebun dan sawah. Perburuan yang awalnya hanya digunakan untuk penyelamatan lahan akhirnya berubah menjadi tradisi yang menjadi identitas suku tersebut. Berikut ulasan selengkapnya tentang tradisi berburu di Indonesia yang jenisnya sangat banyak itu.

1. Berburu Babi di Minang, Sumatra Barat


Orang Minang di Sumatra Barat memiliki tradisi berburu yang konon sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Perburuan ini dilakukan untuk mengusir atau pun menangkap babi hutan yang kerap merusak ladang hingga panen yang besar tidak bisa terjadi. Akhirnya, banyak orang Minang memilih memburu babi itu untuk dijual, dibunuh, diadu atau pun dibiarkan untuk makanan anjing.
Perburuan biasanya dilaksanakan dengan membawa ajak atau sejenis anjing hutan yang sangat gesit. Anjing-anjing ini akan bertugas sebagai penggiring atau pun melukai babi agar bisa ditangkap dengan mudah. Sebelum melakukan perburuan, biasanya para penduduk akan mengumpulkan uang secara swadaya sebelum melakukan perburuan. Uang ini akan digunakan untuk merawat anjing terluka atau mengganti rugi sawah yang rusak karena diinjak-injak.


2. Berburu Babi di Sentani, Papua



Perburuan babi hutan juga dilakukan di Sentani khususnya yang berasal dari Suku Ayapo. Dalam hari-hati tertentu, semua warga laki-laki akan bergotong-royong masuk ke hutan untuk melakukan perburuan yang bernama Elha. Perburuan ini dilakukan untuk mempererat rasa persatuan serta menjadi simbol kejantanan dan keberanian kaum pria dari suku tersebut.
Sebelum melakukan perburuan, biasanya orang-orang di Suku Ayapo akan melakukan musyawarah. Hal ini dilakukan untuk menentukan arah perburuan dan juga membagi penduduk menjadi 2 kelompok. Biasanya kelompok pertama adalah mereka yang bekerja sebagai penggiring lalu selanjutnya bekerja sebagai pengesekusi. Saat babi hutan berhasil didapatkan, hewan itu akan segera disembelih lalu dimakan bersama-sama.


3. Berburu Paus di Lamalera, NTT


Berbeda dengan babi utan yang merupakan hama, paus merupakan hewan yang dilindungi. Itulah mengapa tradisi berburu paus di Desa Lamalera kerap menuai banyak sekali protes. Meski mendapatkan banyak sekali protes, warga Lamalera tetap menjalankan tradisi yang telah ada sejak abad ke-16. Bahkan banyak penduduk percaya bahwa nenek moyang mereka dibawa oleh ikan paus biru.
Setiap tahun di bulan Mei-Agustus, segerombolan pria dari desa ini akan melaksanakan tradisi unik ini. Mereka akan pergi ke lautan dengan membawa perahu bernama peledang. Pria yang tergolong terkuat di desa akan bertindak sebagai lama fa atau penombak paus. Saat perburuan paus berlangsung dengan baik, daging hewan ini akan dibagi merata ke seluruh penjuru desa. Selain itu sisanya akan dijual untuk membantu perekonomian desa.


4. Berburu Babi dan Rusa di Flores, NTT


Nusa Tenggara Timur tak hanya dikenal dengan tradisi berburu pausnya. Di beberapa daerah seperti Manggarai, Flores juga dikenal dengan tradisi berburu di hutan. Ada tiga jenis perburuan yang dilakukan di sana, pertama adalah ndalak yang merupakan perburuan di malam hari. Lalu ada napat yaitu perburuan di siang hari. Selanjutnya ada wonok yang merupakan perburuan besar-besaran.

Setelah berburu, biasanya hewan yang didapatkan akan dibagi merata kepada semua yang ikut. Pemilik anjing penggiring yang berhasil menombak akan mendapatkan separuh hasil buruan. Selanjutnya daging akan dibagi merata dan disantap bersama-sama. Tradisi berburu di Flores ini lambat laut menurun setelah banyak anjing terkena rabies dan generasi muda enggan bersusah payah datang ke hutan. Jika Anda masih ingin melihat perburuan ini datanglah ke Desa Wae Rebo.


5. Berburu Babi di Bengkulu Tengah, Bengkulu


Masyarakat di Bengkulu juga mengenal perburuan babi hutan yang diadakan beberapa kali dalam setahun. Biasanya cara perburuan babi hutan dilakukan secara massal hingga ada 700-an anjing untuk memburu. Selanjutnya pemilik anjing akan mengikuti anjing yang mencari babi untuk dikepung lalu dilumpuhkan sebelum akhirnya dibawa oleh mobil pickup.

Perburuan ini biasanya di bagi menjadi beberapa kelompok yang menyebar ke seluruh penjuru hutan. Sementara anjing terus membaui babi hutan, pemilik akan menyisir bagian tepi hutan untuk mencari kemungkinan ada babi bersembunyi. Saat satu babi ketemu, puluhan anjing akan mengepung atau bahkan mengeroyoknya. Dalam beberapa kejadian sering ada anjing yang meninggal akibat serangan babi hutan.

Inilah lima tradisi berburu yang masih dipraktikkan oleh suku-suku di Indonesia. Tradisi ini adalah simbol gotong-royong yang dilakukan oleh para penduduk dalam menghadapi suatu masalah. Meski sebenarnya tradisi ini sangat berisiko tinggi, semua penduduk tetap melakukannya dengan sangat gembira.


Source:
http://terselubung.in/5-tradisi-berburu-yang-masih-dipraktikkan-suku-suku-di-indonesia/3/


7 Suku Indonesia yang Hampir Punah

Indonesia adalah sebuah negara yang unik, karena memiliki kurang lebih 17ribu pulau, 1500 suku dan 1027 bahasa. Namun sayang kebijakan pembangunan sepertinya mengancam kelestarian budaya suku asli Indonesia. akibatnya banyak suku di Indonesia yang terancam punah. Padahal tempat dimana mereka terancam adalah daerah mereka sendiri yang di tinggali sejak dahulu. Malangnya banyak diantara mereka yang harus menyingkir dari daerah mereka sendiri karena keegoan para pengusaha. Para manusia modern yang ingin menguasai hutan atau mengambil kekayaan alam yang ada di tempat suku suku itu tinggal. Berikut 7 suku Indonesia yang hampir punah.


1. Suku Mentawai (Sumatra Barat)




Suku Mentawai adalah suku kuno yang berada di kepulauan mentawai bagian dari wilayah Sumatra Barat dan Utara. Asal usulnnya yang misterius menjadi perdebatan dikalangan peneliti. Ada yang berpendapat bahwa suku ini berasal dari bangsa polinisea ada pula yang meyakini suku ini berasal dari bangsa Proto Malaya atau melayu tua. Tempatnya yang terisolasi membuat budayanya berbeda dengan suku suku terdekatnya. 


sejak masuknya orang luar dan perkembangan jaman suku mentawai sudah berada pada generasi terakhir. Karena banyak anak anak suku mentawai yang tidak mengikuti budaya tradisional yang ditanamkan para leluhurnya.


2. Suku Asli Papua 



Keberadaan Suku Asli Papua keberadaannya mulai terancam punah karena kebiasaan buruk yang dimiliki suku tersebut. Seperti sex bebas dan meminum miras. Penularan penyakir HIV/Aids di Papua semakin tidak terkendali, hal ini membuat keberlangsungan hidup suku asli papua terancam punah.

selain itu maraknya minuman keras di papua membuat suku disana banyak yang mati karena sering meminumnya.

3. Suku Togutil (Halmahera)



Suku Togutil yang mendiami hutan Halmahera terancam punah akibat akitivitas pertambangan. Suku togutil merupakan komunitas etnis yang hidupnya berpindah pindah di hutan. Mereka tinggal di hutan Totodogu dan hutan Lolobata. Jika perusahaan tambang terus menambang dikawasan hutan maka suku ini akan terancam punah karena area tersebut sumber kehidupan mereka.

daerah Halmahera timur dan Halmahera tengah memang direncanakan akan dibangun pabrik feronikel. Namun rencana itu mengancam keberadaan suku asli didaerah tersebut. Kerusakan habitat suku togutil merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia.


4. Suku Anak Dalam (Jambi)



Selanjutnya. kebaradaan orang rimba di jambi terancam punah akibat hutan yang digunakan untuk tempat tinggal malah dibuat kawasan perusahaan. Bahkan tidak jarang mereka justru harus lari dari wilayah yang didiaminya sejak dulu. Keberadaan mereka saat ini semakin menurun terlebih sejak adanya kawasan sebuah perusahaan dikawasan hutan harapan.

sejak tahun 2006, masyarakatnya yang sebelumnya ada ratusan kepala keluarga harus meninggalkan kampung halamannya akibat kawasan mereka yang masuk ke dalam perusahaan tersebut. Orang rimba merupakan salah satu komunitas terasing di provinsi jambi. Mereka terbagi dalam macam macam suku tergantung daerahnya. pemerintah setempat memutuskan menyebut orang rimba dengan sebutan anak dalam.

5. Suku Hutan (Batam)



Suku Hutan adalah salah satu suku terasing di batam. Mereka terancam punah karena kurang mendapat perhatian. Pada tahun 1970 an, ada 70 keluarga atau 150 jiwa yang mendiami pulau rempang di Batam.kini jumlahnya hanya 13 jiwa dari 8 keluarga. Menurut anak seorang sesepuh mengatakan, salah satu penyebab suku ini hampir punah karena kebiasaan suku yang pindah keluar daerah dan tidak kembali lagi setelah di rantau. Selain itu kebiasaan Suku Hutan yang gemar minum Toak menyebabkan mereka jatuh sakit dan meninggal. Suku Hutan menghuni pulau rempang sejak ratusan tahun yang lalu

6. Suku Sakai di Riau



Suku Sakai merupakan suku asli yang berada di provinsi Riau, mereka dikenal hidup nomaden atau suka berpindah pindah dari satu hutan ke hutan lain. Sesuai dengan arti nama sakai yang berarti anak anak negri yang hidupnya disekitar sungai. Mata pencaharian suku ini bersumber dari kekayaan yang ada di sungai yakni ikan.

Banyak masyarakat yang beranggapan suku sakai jauh dari kemajuan sehingga mereka diremehkan bahkan dianggap rendah. Kini suku sakai sangat sedikit populasinya bahkan terancam punah. Penyebabnya adalah tanah yang ditinggali mereka kaya akan minyak dan hutannya pun rimbun dengan jutaan pohon. Banyak orang yang kemudian mengeksploitasinya secara berlebihan. Kini suku sakai tidak mempunyai ruang untuk hidup. System kebijakan yang diterapkan Negara justru membuat suku suku ini terasing dari tanah leluhur mereka.

7. Suku Samin (Bojonegoro)



Berlanjutnya ke Suku Samin Bojonegoro yang hidup dikawasan hutan seluas 74 ribu hektar di kecamatan margomulyo kabupaten Bojonegoro. Hingga saat ini suku samin di Bojonegoro masih tetap ada namun banyak mengalami perubahan. Ajaran samin yang disebarkan oleh samin sorosentiko adalah bentuk sebuah penolakan terhadap budaya colonial belanda yang muncul pada masa penjajahan belanda abad 19 di Indonesia.

keberadaan suku samin yang sekarang dengan yang dulu sudah berubah total hingga 180 derajat, Terutama para generasi mudanya. Perubahan jaman suku samin ini berpengaruh terhadap tradisi masyarakat suku samin, seperti sudah menggunakan sepeda motor, traktor, dan pupu kimiawi dalam pertanian. Serta sudah mengenal banyak budaya dari luar.


Source:
http://www.asliindonesia.net/2015/04/7-suku-indonesia-yang-hampir-punah.html

Pendidikan Seksual Untuk Anak

Pendidikan Seksual untuk Anak-Alodokter
Pembahasan tentang seks bukan hanya seputar hubungan seksual pria dengan wanita yang kerap dinilai tabu untuk dibicarakan sebelum anak berusia dewasa. Jika dilakukan dengan tepat, diskusi ini justru akan memperluas pemahaman dan menjadi dasar mereka untuk mengambil keputusan seputar seksualitas di masa yang akan datang.

Untuk Apa Mendidik Anak Mengenai Seksualitas?

Orang tua Anda dahulu mungkin tidak pernah mengajak berdiskusi tentang seks dan Anda merasa semua baik-baik saja. Namun situasi yang dihadapi anak Anda sekarang jauh berbeda. Cobalah untuk mempertimbangkan alasan-alasan berikut ini tentang perlunya Anda memperkenalkan anak tentang seksualitas.
Menangkal efek buruk media dan lingkungan
Kini anak-anak makin mudah mendapatkan akses internet dan TV. Hubungan pertemanannya pun lebih luas dan beragam. Membahas seks dapat melindungi anak Anda dari efek negatif TV atau media informasi lainnya. Berikan juga mereka pemahaman mengenai dunia pergaulan agar tidak terjerumus kepada hubungan seks bebas atau tindakan kriminal.
Membangun kepercayaan antara orang tua dengan anak
Membahas seks secara terbuka dengan anak justru memberi Anda kesempatan untuk memberikan informasi yang sesuai dan akurat. Dengan begitu anak tidak akan mencari-cari sumber sendiri yang belum tentu aman dan tepat. Selain itu anak akan lebih percaya dan terbuka karena dia tahu bahwa Anda dapat diajak bicara tentang hal yang paling pribadi sekalipun.
Mendukung perkembangan dan pemahaman anak
Mendiskusikan tentang seks membuat anak menyadari bahwa dia harus melindungi dan menghargai tubuhnya sendiri.
  • Jika dilakukan dengan cara yang tepat, membahas tentang seks justru akan membuat anak Anda menganggapnya sebagai hal yang penting. Bukan sebagai permainan yang dapat dicoba kapan saja.
  •  Anak akan menyadari bahwa tidak ada yang boleh memaksanya melakukan atau menerima perlakuan buruk pada tubuhnya.
  • Pemahaman yang tepat bisa membuat anak belajar untuk memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
  • Penelitian membuktikan bahwa anak dari orang tua yang mendiskusikan seks secara terbuka, lebih mampu memilih menunggu waktu dan pasangan yang tepat untuk berhubungan seksual.
  •  Pembelajaran anatomi tubuh pada mata pelajaran biologi di sekolah akan menjadi lebih lengkap dengan adanya Anda yang memberikan pemahaman tentang penghargaan terhadap tubuh dan hubungan seksual antara pria dan wanita.
  • Seks adalah hal yang sangat penting dan indah. Di dalamnya terkandung banyak aspek mulai dari budaya, agama, moral, hingga konsep manusia tentang kebahagiaan. Membicarakannya dengan baik-baik akan membuat anak Anda, pada nantinya, mampu melihat dunia dan diri sendiri secara beradab dan menentukan pilihan-pilihan yang tepat.

Kapan Waktu yang Tepat?

Kapan sebaiknya mulai memberikan pendidikan seks untuk anak Anda? Jawabannya adalah sedini mungkin. Pada usia 3-4 tahun, saat anak mulai memerhatikan sekitarnya, dia akan mulai belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri dan membandingkan diri dengan teman-temannya. Pada saat itulah sangat mungkin baginya untuk bertanya tentang perbedaan tubuh pria dan wanita. Kenapa rambut anak laki-laki pendek, sedangkan rambut anak perempuan panjang? Kenapa anak laki-laki memiliki penis, sedangkan temannya yang perempuan tidak?
Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sebenarnya adalah kesempatan bagi orang tua untuk memberikan dasar pemahaman mengenai seksualitas. Sama halnya seperti mendidik anak dalam hal-hal lain, pendidikan seksual dari orang tua sepantasnya senantiasa dilakukan secara bertahap selama anak masih berada di bawah asuhan kita.

Bagaimana Cara Membahas Seks kepada Anak?

Wajar jika Anda merasa jengah dan kebingungan untuk memulai pembicaraan dengan anak mengenai seks. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi panduan Anda untuk berdiskusi.
Pada usia sekolah

Pada usia ini, sebagian anak mungkin merasa malu untuk bertanya tentang seks pada orang tua. Langkah-langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
  • Anak mungkin akan mengalami ketertarikan pada lawan jenis dan membandingkan tubuhnya dengan teman-temannya. Bersikaplah empati pada ceritanya dan jangan pernah menertawai atau membuatnya malu. Anda dapat menceritakan pengalaman Anda sendiri saat di usia yang sama.
  • Anda dapat berinisiatif membuka obrolan saat melakukan aktivitas bersama seperti menonton TV, jalan-jalan, atau makan bersama. Mulailah dengan hal yang mereka sukai seperti film atau idolanya yang mungkin mulai pacaran atau akan menikah.
  • Manfaatkan berita yang sedang hangat. Berita tentang pelecehan seksual di sebuah taman kanak-kanak atau pembunuhan seorang remaja oleh kekasihnya sebenarnya dapat menjadi jendela pembuka bagi Anda untuk membicarakan seks. Anda dapat menjelaskan tentang cara menyelamatkan diri jika ada orang asing yang ingin menyentuh tubuhnya secara tidak sopan, atau hal-hal yang tidak baik dilakukan terhadap teman dengan jenis kelamin berbeda.
  • Hindari menghakimi dan melarang dengan menggunakan kalimat negatif seperti “jangan”, melainkan ganti dengan kata “sebaiknya”.
  • Biarkan dia menyatakan pendapatnya sebelum Anda memberi saran. Kemukakan juga alasan serta risiko yang akan dia hadapi jika tidak mengikuti saran Anda.
  • Jika Anda menghindar atau mengalihkan perhatian saat anak Anda bertanya, dia akan enggan mengulangi pertanyaan serupa dan memilih mencari jawaban dari pihak lain yang belum tentu bertanggung jawab.
  • Jelaskan sikap dan pendapat Anda secara tegas terhadap pilihan atau tindakan seksual yang menurut Anda tidak tepat untuk dilakukan.
  • Berikan teladan agar anak melihat ayah dan ibunya sebagai contoh pasangan yang saling menyayangi dan menghargai. Tidak apa-apa jika anak melihat orang tuanya beradu argumen. Tapi tunjukkan juga bahwa Anda berdua dapat segera kembali berbaikan dan beraktivitas bersama.

Hal yang tidak kalah penting adalah saat mengutarakan risiko hubungan seksual di luar hubungan yang berkomitmen, Anda sebaiknya juga memaparkan sisi positif dari seks yang dilakukan berdasarkan cinta. Dengan demikian anak diharapkan akan belajar menempatkan seks sebagai ungkapan cinta kasih antarmanusia.
Pada usia balita

Di usia ini, tidak apa-apa jika balita mungkin belum dapat sepenuhnya memahami penjelasan Anda. Anda dapat memulai mendidiknya dengan cara berikut.
  • Pada usia balita, anak mulai mempelajari nama-nama organ tubuhnya. Hindari mengganti nama organ intim tubuhnya dengan nama-nama selain penis, payudara, vagina.
  • Ajaklah anak untuk menghargai diri dengan ikut ambil bagian dalam menjaga kebersihan tubuhnya tiap hari.
  • Jangan menertawakan atau mempermalukannya jika anak bertanya tentang bagian tubuhnya.
  •  Anda dapat memanfaatkan kejadian sehari-hari atau tayangan TV untuk mengangkat topik tentang seks. Misalnya jika ada anggota keluarga yang sedang hamil, ajaklah anak untuk mengusap perut si ibu hamil dan beritahu bahwa ada adik bayi yang sedang tidur di dalamnya.
  •  Beritahu anak bahwa tidak ada yang boleh menyentuh bagian tubuh intimnya kecuali orang tua atau pengasuh.
  • Berikan penjelasan sesuai usia dan pertanyaan anak. Pada balita, cukup berikan jawaban singkat sesuai dengan yang dia tanyakan. Tidak perlu menjelaskan lebih dari yang dia tanyakan. Jika dia ingin tahu lebih, dia akan melanjutkan pertanyaannya.



Source:

http://www.alodokter.com/pendidikan-seksual-untuk-anak

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.


Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.

Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.

Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.





Source:
http://belajarpsikologi.com/pentingnya-pendidikan-anak-usia-dini/