Senin, 18 Juli 2016

Pendidikan Seksual Untuk Anak

Pendidikan Seksual untuk Anak-Alodokter
Pembahasan tentang seks bukan hanya seputar hubungan seksual pria dengan wanita yang kerap dinilai tabu untuk dibicarakan sebelum anak berusia dewasa. Jika dilakukan dengan tepat, diskusi ini justru akan memperluas pemahaman dan menjadi dasar mereka untuk mengambil keputusan seputar seksualitas di masa yang akan datang.

Untuk Apa Mendidik Anak Mengenai Seksualitas?

Orang tua Anda dahulu mungkin tidak pernah mengajak berdiskusi tentang seks dan Anda merasa semua baik-baik saja. Namun situasi yang dihadapi anak Anda sekarang jauh berbeda. Cobalah untuk mempertimbangkan alasan-alasan berikut ini tentang perlunya Anda memperkenalkan anak tentang seksualitas.
Menangkal efek buruk media dan lingkungan
Kini anak-anak makin mudah mendapatkan akses internet dan TV. Hubungan pertemanannya pun lebih luas dan beragam. Membahas seks dapat melindungi anak Anda dari efek negatif TV atau media informasi lainnya. Berikan juga mereka pemahaman mengenai dunia pergaulan agar tidak terjerumus kepada hubungan seks bebas atau tindakan kriminal.
Membangun kepercayaan antara orang tua dengan anak
Membahas seks secara terbuka dengan anak justru memberi Anda kesempatan untuk memberikan informasi yang sesuai dan akurat. Dengan begitu anak tidak akan mencari-cari sumber sendiri yang belum tentu aman dan tepat. Selain itu anak akan lebih percaya dan terbuka karena dia tahu bahwa Anda dapat diajak bicara tentang hal yang paling pribadi sekalipun.
Mendukung perkembangan dan pemahaman anak
Mendiskusikan tentang seks membuat anak menyadari bahwa dia harus melindungi dan menghargai tubuhnya sendiri.
  • Jika dilakukan dengan cara yang tepat, membahas tentang seks justru akan membuat anak Anda menganggapnya sebagai hal yang penting. Bukan sebagai permainan yang dapat dicoba kapan saja.
  •  Anak akan menyadari bahwa tidak ada yang boleh memaksanya melakukan atau menerima perlakuan buruk pada tubuhnya.
  • Pemahaman yang tepat bisa membuat anak belajar untuk memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
  • Penelitian membuktikan bahwa anak dari orang tua yang mendiskusikan seks secara terbuka, lebih mampu memilih menunggu waktu dan pasangan yang tepat untuk berhubungan seksual.
  •  Pembelajaran anatomi tubuh pada mata pelajaran biologi di sekolah akan menjadi lebih lengkap dengan adanya Anda yang memberikan pemahaman tentang penghargaan terhadap tubuh dan hubungan seksual antara pria dan wanita.
  • Seks adalah hal yang sangat penting dan indah. Di dalamnya terkandung banyak aspek mulai dari budaya, agama, moral, hingga konsep manusia tentang kebahagiaan. Membicarakannya dengan baik-baik akan membuat anak Anda, pada nantinya, mampu melihat dunia dan diri sendiri secara beradab dan menentukan pilihan-pilihan yang tepat.

Kapan Waktu yang Tepat?

Kapan sebaiknya mulai memberikan pendidikan seks untuk anak Anda? Jawabannya adalah sedini mungkin. Pada usia 3-4 tahun, saat anak mulai memerhatikan sekitarnya, dia akan mulai belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri dan membandingkan diri dengan teman-temannya. Pada saat itulah sangat mungkin baginya untuk bertanya tentang perbedaan tubuh pria dan wanita. Kenapa rambut anak laki-laki pendek, sedangkan rambut anak perempuan panjang? Kenapa anak laki-laki memiliki penis, sedangkan temannya yang perempuan tidak?
Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sebenarnya adalah kesempatan bagi orang tua untuk memberikan dasar pemahaman mengenai seksualitas. Sama halnya seperti mendidik anak dalam hal-hal lain, pendidikan seksual dari orang tua sepantasnya senantiasa dilakukan secara bertahap selama anak masih berada di bawah asuhan kita.

Bagaimana Cara Membahas Seks kepada Anak?

Wajar jika Anda merasa jengah dan kebingungan untuk memulai pembicaraan dengan anak mengenai seks. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi panduan Anda untuk berdiskusi.
Pada usia sekolah

Pada usia ini, sebagian anak mungkin merasa malu untuk bertanya tentang seks pada orang tua. Langkah-langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
  • Anak mungkin akan mengalami ketertarikan pada lawan jenis dan membandingkan tubuhnya dengan teman-temannya. Bersikaplah empati pada ceritanya dan jangan pernah menertawai atau membuatnya malu. Anda dapat menceritakan pengalaman Anda sendiri saat di usia yang sama.
  • Anda dapat berinisiatif membuka obrolan saat melakukan aktivitas bersama seperti menonton TV, jalan-jalan, atau makan bersama. Mulailah dengan hal yang mereka sukai seperti film atau idolanya yang mungkin mulai pacaran atau akan menikah.
  • Manfaatkan berita yang sedang hangat. Berita tentang pelecehan seksual di sebuah taman kanak-kanak atau pembunuhan seorang remaja oleh kekasihnya sebenarnya dapat menjadi jendela pembuka bagi Anda untuk membicarakan seks. Anda dapat menjelaskan tentang cara menyelamatkan diri jika ada orang asing yang ingin menyentuh tubuhnya secara tidak sopan, atau hal-hal yang tidak baik dilakukan terhadap teman dengan jenis kelamin berbeda.
  • Hindari menghakimi dan melarang dengan menggunakan kalimat negatif seperti “jangan”, melainkan ganti dengan kata “sebaiknya”.
  • Biarkan dia menyatakan pendapatnya sebelum Anda memberi saran. Kemukakan juga alasan serta risiko yang akan dia hadapi jika tidak mengikuti saran Anda.
  • Jika Anda menghindar atau mengalihkan perhatian saat anak Anda bertanya, dia akan enggan mengulangi pertanyaan serupa dan memilih mencari jawaban dari pihak lain yang belum tentu bertanggung jawab.
  • Jelaskan sikap dan pendapat Anda secara tegas terhadap pilihan atau tindakan seksual yang menurut Anda tidak tepat untuk dilakukan.
  • Berikan teladan agar anak melihat ayah dan ibunya sebagai contoh pasangan yang saling menyayangi dan menghargai. Tidak apa-apa jika anak melihat orang tuanya beradu argumen. Tapi tunjukkan juga bahwa Anda berdua dapat segera kembali berbaikan dan beraktivitas bersama.

Hal yang tidak kalah penting adalah saat mengutarakan risiko hubungan seksual di luar hubungan yang berkomitmen, Anda sebaiknya juga memaparkan sisi positif dari seks yang dilakukan berdasarkan cinta. Dengan demikian anak diharapkan akan belajar menempatkan seks sebagai ungkapan cinta kasih antarmanusia.
Pada usia balita

Di usia ini, tidak apa-apa jika balita mungkin belum dapat sepenuhnya memahami penjelasan Anda. Anda dapat memulai mendidiknya dengan cara berikut.
  • Pada usia balita, anak mulai mempelajari nama-nama organ tubuhnya. Hindari mengganti nama organ intim tubuhnya dengan nama-nama selain penis, payudara, vagina.
  • Ajaklah anak untuk menghargai diri dengan ikut ambil bagian dalam menjaga kebersihan tubuhnya tiap hari.
  • Jangan menertawakan atau mempermalukannya jika anak bertanya tentang bagian tubuhnya.
  •  Anda dapat memanfaatkan kejadian sehari-hari atau tayangan TV untuk mengangkat topik tentang seks. Misalnya jika ada anggota keluarga yang sedang hamil, ajaklah anak untuk mengusap perut si ibu hamil dan beritahu bahwa ada adik bayi yang sedang tidur di dalamnya.
  •  Beritahu anak bahwa tidak ada yang boleh menyentuh bagian tubuh intimnya kecuali orang tua atau pengasuh.
  • Berikan penjelasan sesuai usia dan pertanyaan anak. Pada balita, cukup berikan jawaban singkat sesuai dengan yang dia tanyakan. Tidak perlu menjelaskan lebih dari yang dia tanyakan. Jika dia ingin tahu lebih, dia akan melanjutkan pertanyaannya.



Source:

http://www.alodokter.com/pendidikan-seksual-untuk-anak

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.


Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.

Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.

Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.





Source:
http://belajarpsikologi.com/pentingnya-pendidikan-anak-usia-dini/


Optimalisasi Kecerdasan pada Masa Golden Age dengan Nutrisi Tepat Sesuai Umur dan Stimulasi Otak Kanan

Masa Golden Age

Masa perkembangan anak sampai usia 3 tahun adalah masa kritis atau yang disebut dengan golden age atau golden moment. Kurang lebih 80% perkembangan otak manusia berada dalam periode ini. Perkembangan jumlah sel-sel yang tidak cukup pada masa ini akan menyebabkan kekurangan sel-sel yang bersifat permanen. Hal ini dapat mempengaruhi keseluruhan hidup dan masa depan anak. Masa ini juga dapat dipandang sebagai periode “all or nothing”, periode anak  dapat berkembang sesuai dengan potensinya atau tidak sama sekali. Dalam periode ini akan terjadi perkembangan otak, psikologi, sosial dan fisik. Begitu pentingnya periode perkembangan pada masa ini, sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dari orang tua.

Nutrisi dan Stimulasi pada Masa Golden Age

Nutrisi 


Dua faktor penting perlu diperhatikan oleh orang tua dalam perkembangan anak pada periode emas ini, yaitu faktor nutrisi dan stimulasi. Nutrisi harus diperhatikan sesuai dengan usia perkembangan anak. Laman www.nlm.nih.gov memberikan panduan pemberian nutrisi pada anak sesuai dengan usia anak. Selama 6 bulan pertama kehidupan, anak wajib diberikan ASI secara eksklusif. 

Umur 4-6 bulan merupakan masa transisi anak dapat diberikan makanan padat. Anak dapat mulai diberikan makanan tambahan berupa sereal. Namun beberapa hal harus diperhatikan sebelum memberikan makanan padat pada anak, yaitu : (1) berat badan anak setidaknya dua kali berat badan lahir (2) anak mempunyai kontrol gerakan kepala dan leher yang baik (3) anak dapat duduk dengan bantuan (4) anak dapat menunjukkan tanda-tanda sudah kenyang dengan menjauhkan kepala atau dengan menutup mulutnya (5) anak mulai menunjukkan ketertarikan terhadap makanan ketika ada orang yang makan di sekitarnya.


Umur 6 – 8 bulan, anak dapat mulai diberikan buah-buahan dan sayur-sayuran sederhana. Buah-buahan yang dapat diberikan antara lain : pisang, apel, aprikot, pir, dan persik (peach). Sayur-sayuran yang dapat diberikan antara lain : kacang hijau, kentang, wortel, buncis, ubi manis, dan labu. Penting untuk tetap melanjutkan pemberian ASI pada periode ini. Pemberian susu sapi tidak dianjurkan untuk anak di bawah umur satu tahun. 

Umur 8 – 12 bulan, makanan diatas dapat dilanjutkan termasuk pemberian ASI. Pada periode ini anak perlu diberikan makanan yang mengandung zat besi, misalnya daging. Cadangan zat besi dalam tubuh anak hanya bertahan sampai anak berumur 8 bulan, sehingga penting untuk memberikan tambahan zat besi dari luar. Anak juga dapat diberikan telur, namun terbatas hanya kuningnya saja. Pemberian putih telur sebaiknya ditangguhkan sampai anak berusia di atas satu tahun untuk mencegah terjadinya alergi.

Umur 1 tahun, anak mulai dapat diberikan susu untuk menggantikan pemberian ASI (namun tetap disarankan untuk memberikan ASI sampai anak berumur 2 tahun). Susu yang diberikan harus tidak rendah lemak karena anak masih memerlukan kalori dari susu untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. Pada usia ini, anak lebih banyak mendapatkan sumber energinya dari daging, buah-buahan, padi-padian, sayur-sayuran, roti dan produk susu. Pemberian makanan yang bervariasi sangat penting untuk memastikan anak tercukupi kebutuhan vitamin dan mineralnya.

Anak usia diatas satu tahun harus diberikan berbagai variasi makanan. Anak diberikan makanan dari roti dan padi-padian, buahan-buahan, sayur-sayuran dan produk susu. Susu yang diberikan sebaiknya rendah lemak untuk mencegah obesitas pada anak (childhood obesity). Gizi pada anak direkomendasikan terpenuhi dari makanannya bukan dari suplemen makanan. Selain kebutuhan nutrisi, tata cara pemberian makan juga perlu diperhatikan. Anak merupakan peniru yang baik oleh karena itu orang tua perlu mencontohkan hal yang baik pada anak. Hal ini penting untuk memaksimalkan perkembangan otak dan menumbuhkan kebiasaan positif pada anak. Orang tua perlu memberikan contoh nyata, misalnya makan bersama dengan si kecil dengan berbagai variasi makanan sehat. Hal ini akan membuat si kecil memahami arti penting makanan sehat tersebut.

Stimulasi pada Masa Golden Age

Pada masa golden age, anak akan menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan dan disentuh dari lingkungan sekitar mereka. Hal ini harus menjadi perhatian bagi orang tua. Alam bawah sadar anak sangat aktif pada masa ini. Hal apapun yang didapat dari lingkungan akan dengan  mudah masuk ke alam bawah sadarnya. Orang tua perlu memperhatikan stimulus yang datang dari lingkungan anak. Kata-kata yang berkonotasi negatif jangan sampai terlontar pada anak. Kata-kata negatif seperti “jangan”, “tidak boleh”, “kamu bodoh” akan dengan mudah masuk ke alam bawah sadar anak, mengendap dan terefleksi dalam karakternya nanti. Hal ini akan membuat anak menjadi penakut, kehilangan kreativitas dan tidak dapat mengembangkan dirinya. Berbohong pada anak pada masa ini juga dapat memberikan efek yang negatif, anak bisa menirunya dan bisa menjadi karakternya. Anak perlu diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Semakin banyak yang dipelajari anak dari lingkungan maka akan semakin banyak pula hubungan antar saraf (sinapsis) yang terbentuk di otak anak. Semakin banyak hubungan antar saraf (sinapsis) yang terbentuk maka kemungkinan anak tersebut akan bertambah cerdas.

Stimulasi memegang peranan penting dalam perkembangan anak pada masa golden age. Stimulasi merupakan cara yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan anak. Stimulasi dapat dilakukan secara langsung oleh orang tua maupun dengan menciptakan lingkungan yang aman sehingga anak akan merasa nyaman mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Dengan stimulasi diharapkan kemampuan anak, baik itu motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosialnya akan berkembang baik. Perkembangan kemampuan ini akan menjadi faktor penting terhadap perkembangan kecerdasan anak di kemudian hari. Stimulasi yang diberikan pada anak dapat mencakup empat macam stimulasi yaitu sentuhan, keseimbangan, pendengaran dan visual.    

Contoh stimulasi yang sederhana misalnya dengan mencontohkan anak menari atau memberikan anak menonton video tarian dan meminta anak mengikutinya. Dengan menirukan gerakan menari, anak akan melatih keseimbangan, pendengaran juga terlatih dengan mendengarkan musik dari tarian dan visual juga terlatih dengan anak menonton video atau menirukan gerakan orang tuanya. Anak jangan terlalu dibatasi dalam mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Orang tua jangan terlalu bersikap protektif pada anak. Terlalu protektif akan kontraproduktif terhadap perkembangan kecerdasan anak.

Biasa membacakan cerita pengantar tidur pada anak juga memberikan efek positif pada perkembangan anak. Anak akan mempunyai kemampuan untuk berimajinasi, belajar melakukan visualisasi hal-hal yang bersifat abstrak. Anak juga perlu diberikan kesempatan untuk menumpahkan kreativitasnya, misalnya dengan memberikan pensil warna dan kertas untuk menggambar maupun sekedar corat-coret. Beberapa tayangan televisi juga bisa membantu stimulasi kecerdasan anak, misalnya tayangan “sesame street”. Namun tidak sedikit pula tayangan televisi yang berbahaya bagi perkembangan anak. Orang tua harus selektif dalam memilihkan tayangan televisi yang layak ditonton oleh anak.



Source:
http://www.agromedia.net/lomba/essay/optimalisasi-kecerdasan-pada-masa-golden-age-dengan-nutrisi-tepat-sesuai-umur-dan-stimulasi-otak-kanan.html

Senin, 04 Juli 2016

5 Pulau Hasil Rekayasa Manusia

Daratan adalah sebuah harapan bagi manusia untuk tinggal bermukim, melangsungkan kehidupan, dan mewariskan ilmu pengetahuan. Berikut dikutip dari unikgaul.com 5 pulau yang tercipta dari kombinasi teknologi rekayasa manusia dan proses alamiah, demi terciptanya sebuah harapan lebih baik:


1. Pulau Uro, Pulau Rumput yang Mengapung
Pulau Uro, adalah sebuah pulau yang terbentuk oleh proses alam, dan dibentuk dari sekumpulan rerumputan totora yang memadat dan mengikat satu sama lain. Sebuah pulau yang mengapung di danau Titicaca Puno, yang terletak di Negara Peru dan sebagian Bolivia. Terdapat tiga kelompok utama pulau yakni Uru-Chipayas, uru-Murots, dan Uru-Iruitos. Pulau Uro terletak di ketinggian 3810 meter dari kedalaman laut, dan 5 kilometer dari pelabuhan Uno, dengan penduduk berjumlah sekitar 200 jiwa berdasarkan sensus yang dilakukan pada 1997. Penduduk Pulau Uro merupakan bagian dan memiliki hubungan dekat dengan Suku Inca.

2. Pulau Cranog
Pulau Cranogs merupakan sebuah pemukiman danau purbakala, dibangun dengan hampir seluruhnya terbuat dari bahan kayu. Terlihat seperti sebuah garis yang memanjang dari daratan, seperti di danau Tay, Awe dan Ness. Beberapa Cranog telah berdiri sejak tahun 500 SM, dan beberapa masih bertahan dan digunakan hingga abad 17.

Salah satu cranog terbaik terdapat di sekitar Kenmore, di Perthshire, di bagian selatan Danau Tay. Pulau cranog sekarang merupakan pembuatan kembali—sebuah atap jerami yang melingkar dengan bagian tengah mengerucut, dari hasil sebuah eksakavasi peninggalan yang telah berusia 2,600 tahun lalu di Skotlandia. Cranog sendiri memiliki arti pohon, ataupun pohon muda.
3. Thilafushi, Pulau Sampah
Thilafushi merupakan sebuah pulau artifisial, yang sebelumnya merupakan sebuah laguna dengan panjang 7 km dan lebar sebesar 200 m. Berawal dari sebuah pembicaraan tentang solusi penanganan limbah dan sampah di Kota Mali, ibukota negara Maladewa. Tahun 1992 operasi tersebut dilaksanakan, dengan menimbunkan sampah-sampah kota ke dasar laguna, lalu melapisinya kembali dengan pasir serta unsur tanah lainnya sehingga terlihat padat, salah satunya dengan pasir putih agar terlihat lebih alami. 

Namun sekarang, dengan kunjungan lebih dari 10,000 wisatawan per minggu ke Maladewa, telah memperluas area timbunan hingga 50 hektar. Terdapat pula lebih dari 36 pabrik, sebuah masjid, dan beberapa tempat tinggal para imigran dari Bangladesh.

4. Kamfers Dam, Afrika Selatan

Kamfers dam, ataupun juga bendungan Kamfers, terletak di sebelah utara Kota Kimberley, Afrika Selatan. Dengan luas penampang air seluas 400 hektar, daratan berair tersebut merupakan sebuah pulau yang tercipta berdasar tingkat volume air.

Sehingga hanya akan terlihat sebuah permukaan air saja apabila permukaan air meningkat, namun akan menjadi motif daratan yang indah ketika air surut. Bendungan Kamfers ini menjadi tempat berkumpul dan bereproduksinya burung Pink Flamingo. Bendungan dan daratan seluas 384 hektar yang mengelilinginya sebenarnya didesain sebagai wilayah konservasi kota, sebagai pemukiman dan aktifitas usaha.
5. Pulau dan Pantai Palem, Dubai
Pulau Palem ini merupakan hasil rekayasa manusia, terletak di Kota Dubai, negara Kesatuan Emirat Arab. Tujuan diciptakannya Pulau Palem ini sebagai pemukiman dan berbagai usaha komersial. Saat ini Pulau Palem merupakan salah satu pulau buatan yang terbesar.

Pembangunan Pulau ini dilaksanakan oleh sebuah perusahaan properti Nakheel, yang menggunakan jasa perusahan pengerukan dan kontraktor laut Belanda, Van Oord. Pulau itu dibagi ke dalam tiga pulau besar: Pulau Palem Jumeirah, Jebel Ali, dan Deira. Pembangunan pulau tersebut disetujui oleh Sheik Muhammad bin Rashid Al Maktoum, dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata Dubai.

http://terselubung.in/5-pulau-hasil-rekayasa-manusia/

Seminar Anak Berkebutuhan Khusus

Seminar Anak Berkebutuhan Khusus merupan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh BEM Psikologi Universitas Gunadarma. Acara yang dinamakan PIASE ini mengangkat tema "Keterbatasan Bukan Batasan". Acara seminar yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Gunadarma tersebut membahas mengenai perlindungan anak khususnya pada anak berkebutuhan khusus. 

Pada acara seminar tersebut kami diperingati untuk berhenti menggunakan istilah kebutuhan khusus sebagai jokes sehari-hari dan kami juga diajarkan untuk bisa menumbuhkan rasa empati terhadap teman-teman yang berkebutuhan khusus. Selain itu, orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus juga diimbau untuk membawa anaknya untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, sehingga anak bisa mengenal lingkungan sekitarnya.

Menurut salah satu narasumber, anak berkebutuhan khusus sangat rentan mengalami kejahatan seksual. Entah itu dari lingkungan keluarga, maupun dari pihak Therapist. Oleh karena itu kita harus lebih peka terhadap masalah ini.

Sebagai penutup, Bapak Sirait selaku ketua KOMNAS Perlindungan Anak memberi kutipan sebagai berikut, "Anak adalah amanah, anak membutuhkan perlindungan karena dia adalah amanah, anugerah, dan titipan Tuhan, sekali pun dia berkebutuhan khusus."

Pokok Penting Matematika dan Kaitannya dengan Kegiatan Penelitian serta Psikologi Terapan

Pengertian dan Definisi Matematika
Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang besaran, struktur, bangun ruang, dan perubahan-perubahan yang pada suatu bilangan. Matematika berasal dari bahasa Yunani Mathematikos yang artinya ilmu pasti. Dalam bahasa belanda matematika di sebut sebagai Wiskunde yang artinya ilmu tentang belajar. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, definisi matematika adalah ilmu tentang bilangan dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya yang mencangkup segala bentuk prosedur operasional yang digunakan dalam menyelesaikan masalah mengenai bilangan. Seorang yang ahli dalam bidang matematika di sebut sebagai Matematikawan atau matematikus. Segala hal yang bersangkutan dan berhubungan dengan matematika di sebut sebagai matematis. Matematis juga di gunakan untuk menyebut sesuatu secara sangat pasti dan sangat tepat.
Matematika merupakan salah satu ilmu yang banyak di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik secara umum maupun secara khusus. Secara umum matematika di gunakan dalam transaksi perdangangan, pertukangan, dll. Hampir di setiap aspek kehidupan ilmu matematika yang di terapkan. Karena itu matematika mendapat julukan sebagai ratu segala ilmu. Matematika juga mempunyai banyak kelebihan dibanding ilmu pengetahuan lain. Selain sifatnya yang fleksible dan dinamis, matematika juga selalu dapat mengimbangi perkembangan zaman. Terutama di masa sekarang ketika segala sesuatu dapat di lakukan dengan komputer. Matematika menjadi salah satu bahasa program yang efektif dan efisien.


Penerapan Ilmu Matematika dalam Psikologi

Disebut-sebut bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang ‘behavior’ yang mengurusi masalah seseorang secara individu dengan mengunakan sistem tanya jawab (kata-kata), sedangkan matematika adalah ilmu hitung yang pasti dan selalu berhubungan dengan angka. Ya, semua itu benar, kemudian bagaimana menerapkan ilmu matematika ke dalam ilmu psikologi?
Di dalam penelitian psikologi, perhitungan matematika pasti ada dan digunakan, walaupun mungkin hanya dalam kategori perhitungan sederhana. Misalnya psikologi akan meneliti “pengaruh MSG (monosodium glutamat) pada tingkat kecerdasan anak”. Disini kita perlu mencari tahu, batas dosis aman MSG, contohnya dalam X gram makanan, maksimal MSG yang terkandung X gram. Atau kita dapat membuat grafik yang menunjukkan pengaruh tersebut. Anak yang kesehariannya selalu mengonsumsi MSG tingkat IQ nya pasti lebih rendah dibandingkan teman-temannya yang tidak mengonsumsi MSG.
Begitu fleksibelnya ilmu matematika, bahkan saat mempelajari ilmu sosial pun kita memerlukan perhitungan matematika. Psikolog perlu mengelompokkan data-data saat membantu memecahkan masalah pasien mereka. Pengelompokan ini dapat berupa himpunan-himpunan, seperti himpunan anak yag takut gelap dan bagaimana penyelesaiannya, himpunan anak yang tidak suka menulis serta apa yang menjadi penyebabnya. Penyebab itu misalnya berupa trauma, atau si orang tua tidak pernah memberi pujian akan hasil karyanya, semua itu akan terasa lebih mudah jika kita membuatnya dalam bentuk tabel atau grafik, atau dapat pula kita tuliskan seperti notasi himpunan pada matematika.


Hubungan Matematika dengan Psikologi

Dikarenakan Psikologi adalah ilmu terapan/turunan maka dapat dikatakan bahwa Matematika adalah sebagai acuan terbentuknya cabang Ilmu Psikologi. Matematika digunakan dalam psikologi untuk ekspresi jumlah yang sering digunakan dalam melakukan percobaan yang berdasarkan data kuantitatif, serta Matematika berpengaruh sebagai pendamping ilmu psikologi dengan menyediakan ilmu statistika yang umum digunakan pada percobaan-percobaan psikologi.



Selain itu dapat kita ketahui ilmu psikologi mencakup berbagai macam aspek seperti biopsikologi dan psikologi faal yang berbasiskan Ilmu Pengetahuan Alam, dimana didalamnya dibahas susunan saraf dan otak manusia serta pengaruhnya kepada tindakan psikis. Selain itu didalamnya juga tercakup psikologi pendidikan, psikologi umum, dan pengembangan kreatifitas dan keberbakatan yang berbasiskan Ilmu Pengetahuan Sosial, dimana didalamnya dibahas kegiatan dan hubungan manusia serta pengaruhnya terhadap keadaan psikis seseorang. Serta didalamnya terdapat Psikologi perkembangan yang berbasis keduanya dimana dibahas proses perkembangan manusia berdasarkan nature atau faktor bawaan (gen) serta faktor nurture atau pola asuh dan reaksi lingkungan.


Apakah hubungan antara matematika dengan psikologi ?

Matematika merupakan suatu disiplin ilmu yang berhubungan langsung dengan realita. Begitu pula Psikologi, Psikologi mengkaji manusia secara keseluruhan berkaitan dengan hubungannya terhadap realita-realita di muka bumi. Matematika dapat membantu dalam pengukuran tes psikologi khususnya menggunakan ilmu statistika yang berkembang dari ilmu matematika.






Sumber :


http://widyaanissawiranti.blogspot.co.id/2014/04/hubungan-matematika-dan-ilmu-alamiah.html?m=1
http://andayuni.blogspot.co.id/2012/06/matematika-iad-serta-kaitannya-dengan.html?m=1
http://www.kamusq.com/2013/06/matematika-adalah-pengertian-dan.html?m=1
http://evilaelawati.blogspot.co.id/2016/06/pokok-penting-matematika-dan-kaitannya.html

Pentingnya Pemahaman Matematika (termasuk Matematika) dalam Psikologi

Mungkin kita berpikir apa kaitanya matematika terhadap psikolog, karena yang kita tahu psikologi dan matematika adalah ilmu yang mempunyai latar belakang yang berbeda, matematika yang kita kenal adalah ilmu yang mempelajari hitung-hitungan, angka-angka pembagian serta segala sesuatu yang berhubungan dengan angka, sedangkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang prilaku dan jiwa manusia serta penerapannya pada permasalahan manusia.

Kalau kita melihat dari latar belakang dari kedua bidang tersebut sangatlah berbeda dan tidak ada kaitanya sama sekali, tetapi kalau kita berpikir dengan logika atau berpikir dengan cermat kedua bidang tersebut saling berhubungan dan ada kaitanya.

Matematika dengan psikologi sangatlah berhubungan dan saling berkaitan. Matematika selalu dibutuhkan dan digunakan untuk berbagai ilmu, tak bisa dipungkiri psikologi juga menerapkan ilmu matematika dalam pengerjaannya.

Sebagai contohnya dalam penerapan ilmu statistika serta kuesioner, keduanya tersebut merupakan sebagian kecil dari ilmu matematika, kemudian dalam kasus tes IQ kita bisa lihat kalau tes tersebut menggunakan rumus matematika dalam memberikan hasilnya. Tes-tes dalam psikologi juga dapat dibuktikan dalam penalaran ilmu matematika.

Statistika ini merupakan ilmu yang mempelajari bagiamana cara merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, mempresentasikan data. Singkat kata statistika ini merupakan ilmu yang banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik itu kehidupan sosialnya maupun ilmu yang harus diterapkan untuk mengetahui manusia tersebut, dari berbagai sudut pandang pada psikologi. Dalam praktek-praktek atau tes-tes psikologi seperti psikotes statistika juga digunakan untuk melihat hasil dalam bentuk angka. Statistika juga merupakan hitungan untuk mendapatkan kuantitatif dalam membuat skala psikologi setelah melakukan tes psikologi hasil yang didapat setelah tes, diakumulasikan dengan sebelum tes.

Selain itu kita juga bisa pikirkan lebih kedepan kalau matematika dan psikologi sangat penting dalam psikologi, atau bisa dibilang saling berhubungan, mengapa demikian?
Karena psikologi juga membutuhkan bidang matematika yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akurasi, kalkulasi, estimasi, dan ketelitian prilaku seseorang.

Di bawah ini adalah contoh lain keterkaitan aplikasi matematika dengan psikologi, dan materi-materi yang ada di dalam bidang matematika yang berhubungan dengan psikologi, antara lain:

1. Berhitung Cepat 
Berhitung cepat di sini biasa dipelajari dalam bidang matematika, tetapi juga berguna dalam psikologi yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akurasi, kalkulas,i dan estimasi seseorang. Selain itu, bisa juga untuk mengukur ketelitian serta ketahanan berpikir seseorang yg terkait dengan kinerja seseorang, kadang yang dipergunakan dalam berhitung cepat adalah seperti penjumlahan,pengurangan, pembagian, dan perkalian.

2. Deret Angka
Deret angka adalah susunan angka atau huruf yang memiliki pola tertentu.
Deret angka pun dipelajari dalam matematika tapi juga berhubungan dengan psikologi dan bisa dipelajari. Deret angka di sini digunakan untuk mengetahui daya ingat dan ketelitian seseorang.

3. Gambar
Gambar yang dimaksud adalah gambar yang menggunakan bangun-bangun yg terdapat di matematika. Seperti lingkaran, segitiga, kotak, kubus, balok dll. Mempelajari gambar di sini bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang yang berhubungan dengan bentuk bentuk, gambar-gambar, atau simbol-simbol untuk menekankan pada sistematika berpikir logis dan ketahanan berpikir.

4. Matematika Berpola
Matematika berpola di sini untuk menguji kemampuan penalaran dan kemampuan berhitung dengan pola tertentu melalui angka-angka pada gambar/bentuk tertentu.

5. Statistik
Statistik di sini utuk mengukur daya pikir, keseimbangan berpikir, daya ingat serta ketelitian seseorang.
Di dalam materi ini kita dapat mengetahui IQ dan daya pikir manusia apakah lemah, kuat, atau sebaliknya.


Matematika juga penting dalam tes-tes psikologi. Berikut merupakan tes-tes psikologi yang menggunakan matematika:
1. Tes Pemikiran Numerik
Tes ini dilakukan untuk menguji kecepatan, kekonsistenan, dan keakuratan menjawab soal dalam bentuk bilangan-bilangan yang ada dimatematika. Biasanya berbentuk barisan atau deret, baik memanjang secara vertikal maupun memanjang secara mendatar atau bias juga mengisi angka-angka dalam kolom atau kotak kotak kosong yang harus diisikan.

2. Tes Pemikiran Perseptual
Tes ini merupakan salah satu bentuk tes dan tes irama bergambar. Tes ini paling sering diujikan oleh perusahaan, maksudnya tidak lain adalah untuk menyaring calon karyawan yang baik. Di dalam ini perusahaan ingin melihat bagaimana ketelitian, kecepatan, dan kepribadian yang dimiliki peserta tes terutama dalam berpikir dengan simbol-simbol, mengenai keprinadian yang ingin dilihat disini bukanlah kepribadian utama/yg permanen melainkan hanya kepribadian sesaat atau pada saat itu.

3. Tes Kemampuan Spasial
Dalam tes ini adalah tes gambar, baik berirama maupun tidak. Tujuanya untuk menggali bagaimana mudahnya anda “melihat” dan memanipulasi potongan-potongan dan figur- figur dalam ruang mengenai “jenis” soal tes ini dapat beragam jenis. Salah satunya adalah pemikiran cepat memindahkan potongan-potongan gambar dua dimesi menjadi satu bangun tiga dimensi secepat yang anda mampu. Dalam contoh anda hanya memilih salah satu jawaban yang sesuai.

4. Tes Berhitung cepat
Di sini tes ini diberikan selembar kertas yang seperti kertas Koran yang berisi penuh dengan angka-angka yang akan dijumlahkan dengan cepat, baik, dan benar.
Tes ini bertujuan untuk menguji kecepatan berhitung dan keseimbagan otak atau cara berpikir